Sabtu, 23 Juni 2012

BAB III POTENSI KEWIRAUSAHAAN


H. Muhammad Alfani 
Karakteristik Wirausaha
Para wirausaha adalah orang-orang yang berorientasi kepada action (tindakan), dan bermotivasi tinggi yang menantang risiko dalam mengejar tujuannya. Karakteristik wirausaha tersebut antara lain :

1.   Percaya diri,
2.   Berorientasi kepada tugas dan hasil,
3.   Berani menantang risiko,
4.   Memiliki jiwa kepemimpinan
5.   Mempunyai sikap orisinil,
6.   Berorientasi ke masa depan.
7.   Bersikap Profesional.
Secara sederhana penuliskan uraikan sebagai berikut :
1.   Percaya Diri.
      Sikap percaya diri bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat keberanian dalam memimpin usahanya. Sikap berani ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :
      1)   Memiliki Keyakinan,
      2)   Ketidaktergantungan dengan pihak lain (mandiri),
      3)   Individualitas,
      4)   Optimisme.
2.   Berorientasi Kepada Tugas dan Hasil
      Sikap berorientasi kepada tugas dan hasil bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat bertanggung jawab dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :
      1)   Kebutuhan akan Prestasi,
      2)   Berorientasi kepada Tujuan Perusahaan,
      3)   Tekun dan Tabah,
      4)   Tekad Kerja Keras,
      5)   Mempunyai Motivasi Tinggi,
      6)   Energik,
      7)   Kreatif dan Inisiatif.
3.   Berani Menantang Risiko
      Sikap Berani menantang risiko bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat optimis dalam memimpin usahanya, karena dibalik risiko yang besar terdapat tingkat keuntungan yang besar pula . Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :
      1)   Suka pada Tantangan,
      2)   Kreatif dan Spekulatif,
      3)   Suka Memprediksi atau Mengekspektasi keadaan Pasar dan Perekonomian.
4.   Memiliki Jiwa Kepemimpinan
      Sikap Kepemimpinan bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat aplikasi dari suatu jiwa kepemimpinan atau manajemen dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :
      1)   Bertingkah laku sebagai Pemimpin,
      2)   Dapat bergaul atau berkomunikasi dengan orang lain,
      3)   Mampu menanggapi saran dan kritik.
5.   Mempunyai Sikap Orisinil
      Sikap orisinil bagi seorang wirausaha menunjukkan sifat profesional dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :
      1)   Mampu berinovasi,
      2)   Kreatif,
      3)   Fleksibel,
      4)   Akses informasi,
      5)   Ahli dan atau Terampil
      6)   Berwawasan luas.
6.   Berorientasi ke Masa Depan.
      Sikap berorientasi ke masa depan bagi seorang wirausaha menunjukkan juga sifat optimisme dalam memimpin usahanya. Sikap ini ditunjukkan dari berbagai indikasi yang antara lain sebagai berikut :
      1)   Mempunyai visi dan persepsi ke depan,
      2)   Mampu menginterpretasikan hasil analisis guna dijadikan sebagai planning.
            Planning atau perencanaan diperoleh dari hasil forcasting (ramalan) dipadukan dengan target atau tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan ramalan tersebut dapat digunakan dengan metode kualitatif (pendapat) maupun metode kuantitatif.
            Metode-metode Kualitatif dapat diperoleh dari :
            (1)  Pendapat para pelanggan (customers),
            (2)  Pendapat para tenaga penjual (salesman) atau para karyawan lainnya,
            (3)  Pendapat para karyawan di bagian research and development,
            (4)  Pendapat para pakar (ahli).
            Metode-metode Kuantitatif dapat diperoleh dengan metode statistik yang antara lain :
            (1)  Metode Trend,
            (2)  Metode Regressi Product Moment,
            (3)  Metode Regressi Least Square.
7.   Sikap Profesional
      Seorang wirausaha harus mempunyai sikap profesional, yakni; mencintai profesinya. Profesionalisme seorang wirausaha diindikasikan antara lain :
      1)   Waktu bekerja secara penuh
      2)   Berpendidikan yang memadai,
      3)   Berpengalaman yang memadai,
      4)   Berwawasan yang luas,
      5)   Berdisiplin tinggi,
      6)   Mampu berkomunikasi dengan pihak lain.

      Dari sekian banyak karakteristik wirausaha, seyogyanya dimiliki dan dikembangkan oleh setiap wirausahawan. Memang tidak pernah ada  seseorang yang memiliki seluruh karakteristik tersebut secara utuh atau sempurna, sehingga semakin banyak seseorang memiliki karakteristik tersebut, semakin besar peluangnya menjadi wirausaha yang sukses.
Sikap Mental Wirausaha
Mental (Spirit) wirausaha seringkali mengalami fluktuasi, oleh karena itu perlu dikembangkan secara positip dan terus-menerus, agar jiwanya selalu optimis dan penuh semangat. Sampai saat ini pengembangan mentalitas tersebut diharapkan tetap terus digalakkan, mengingat wirausaha kita masih sedikit jumlahnya yakni kurang dari 2% dari jumlah penduduk. Berdasarkan pengamatan masih banyak wirausaha kita yang memiliki kelemahan mentalitas yang dapat diperinci antara lain sebagai berikut :
1)   Umumnya kurang memperhatikan kualitas, baik kualitas SDM, kualitas bahan baku atau persediaan, maupun kualitas dibagian administrasi dan pemasaran.
2)   Berani menerabas-nerabas bahaya, biasanya kurang memperhatikan perizinan, berusaha ingin mengejar keuntungan yang tinggi dengan kurang mempertimbangkan faktor risiko yang bakal terjadi.
3)   Kurang percaya diri, biasanya selalu ketergantungan dengan pihak lain, biasanya kurang memiliki pengetahuan, keterampilan, ataupun keahlian, sehingga kurang pergaulan.
4)   Kurang bertanggung jawab, biasanya tidak disenangi oleh kolega bisnis, sehingga kesulitan dalam memperluas usahanya.
5)   Kurang disiplin, biasanya sikap ini sering merugikan perusahaan, karena dapat menimbulkan ekonomi biaya tinggi, para pelanggan merasa kurang terlayani dengan baik, karena tidak sesuai dengan prinsip time is money, atau prinsip delivery on time.
6)   Masih banyak yang kurang jujur, biasanya sikap ini sering menimbulkan kerugian bagi perusahaan, karena perusahaan digerogoti (dicuri atau dikorupsi) dari dalam oleh oknum karyawan, dan menyebabkan pula para pelanggan menghentikan hubungan bisnisnya dengan pihak perusahaan.
7)   Kurang memiliki sifat transparansi, biasanya sikap ini sering merugikan para pelanggan, karena barang yang kurang berkualitas dijual dengan harga tinggi, sehingga para pelanggan mengalami kekecewaan.
8)   Suka membuang-buang waktu. Sikap ini biasanya dilakukan oleh oknum karyawan yang sedikit memperoleh pengawasan dan pengendalian dari atasannya. Hal ini menunjukkan juga sikap kurang disiplin seperti yang diuraikan pada point 5 di atas.
Sebab-Sebab Kegagalan Perusahaan
Berdasarkan pengamatan dalam dekade terakhir, banyak perusahaan yang mengalami kegagalan bahkan bangkrut. Kegagalan tersebut banyak disebabkan oleh berbagai faktor yang antara lain :
1)   Manajemen yang jelek,
2)   Pengelolaan modal belum memadai (L,S,R),
3)   Modal relatif kecil,
4)   Cepat putus asa, atau tidak tekun,
5)   Kurang kreatif,
6)   Banyak melakukan kelalaian,
7)   Tidak tepat dalam berjanji,
8)   Kurang jujur dalam bisnis,
9)   Kurang perhitungan dalam segala hal,
10) Tidak dapat memenuhi selera konsumen,
11) Banyak pemborosan,
12) Pelayanan yang kurang memuaskan,
13) Peraturan Pemerintah yang kurang menguntungkan,
14) Tidak ada kader penerus.
Khususnya tentang manajemen yang jelek biasanya banyak disebabkan oleh :
1)   Melakukan segala sesuatu secara tradisional,
2)   Tidak ada pengalaman dalam manajemen,
3)   Kurang memahami bidang usaha,
4)   Tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan kemajuan teknologi,
5)   Banyak mencampurkan urusan bisnis dengan urusan keluarga,
6)   Laporan keuangan yang tidak cermat,
7)   Sistem akuntansi yang jelek,
8)   Salah memilih karyawan dan pelanggan,
9)   Perencanaan yang jelek,
10) Tidak bisa mengadakan diversifikasi usaha (terlambat penyesuaian).
Beberapa Penghambat Pengembangan Wirausaha
Dari faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan suatu perusahaan, dapat dikemukakan pula faktor yeng menghambat pengembangan wirausaha, yang antara lain  sebagai berikut :
1)   Kelemahan mentalitas pembangunan,
2)   Nilai-nilai sosio kultural yang kaku,
3)   Kehidupan ekonomi yang belum mapan,
4)   Latar belakang pendidikan yang belum memadai,
5)   Kekurangan modal,
6)   Kurang mendapat bimbingan dari instansi terkait (baik pemerintah maupun LSM),
7)   Adanya pesaing berat dari pengusaha lainnya,
8)   Tidak memiliki kader penerus.
Pengembangan Kader Wirausaha
Pengembangan kader wirausaha sangatlah penting, mengingat faktor kejenuhan dan persaingan yang semakin ketat. Banyak perusahaan-perusahaan sejenis baru yang tumbuh menjadi pesaing (competitors), sehingga untuk menghindari kegagalan perusahaan, salah satunya diperlukan kader penerus yang handal dan profesional, di samping perlunya pembinaan ataupun bantuan dari pihak lain pada masa-masa tertentu.
Secara sederhana digambarkan tentang perusahaan yang baru didirikan, pada masa-masa tertentu memerlukan bantuan yang lebih besar, dan lama kelamaan harus mengarah kepada kemandirian.

2 komentar:

Silahkan komentar, tulis nama anda setelah anda mengomentari